Blog Dakwah Remaja

Posts Tagged ‘remaja

Dia ingin berubah. Dia ingin jadi seperti dahulu. Sentiasa mengingati Allah, sentiasa takut akan azab-Nya, sentiasa taat pada perintahn-Nya, dan sentiasa jaga batas pergaulan. Dia yakin dan percaya, perempuan yang dijaga oleh Allah, pasti tidak akan membenarkan mana-mana tangan lelaki menyentuh dirinya.

Namun, takala dia merasakan dirinya cukup bahagia dengan hidayah Allah, Allah menguji dirinya. Allah menghadirkan dirinya dengan seorang lelaki yang menuntut balasan cinta. Dirinya dimewahkan dengan kata-kata pujian, dengan gurindam rindu dan madah-madah cinta yang sebelum ini tidak pernah meneroka hati dan jiwanya.

Dia percaya cinta dari Allah, tapi dia lupa itu bukan caranya. Dia alpa. Hatinya sudah tidak seperti dahulu. Hatinya dilimpahi rasa rindu si jejaka. Rindu si nafsu yang mengwar-warkan kemanisan cinta manusia. Bukan dia tidak sedar dia sudah berubah, bukan juga dia tidak sedar bahawa ketenangan hati yang pernah dianugerahkan oleh Allah semakin menjauhi. Dia menutup kesedaran itu dengan janji dan kata-kata cinta si jejaka.

Dia sudah jauh dari hidayah Allah. Imannya rapuh, syaitan menari-nari tatkala dia membenarkan tangan rakus si jejaka menyentuh dirinya bersama alunan syahdu janji kekasih. Tempat yang sepatutnya dia jaga, didedahkan. Kononnya yakin si jejaka adalah suaminya.

Tidakkah dia takut dengan dosa atau dengan azab Allah?. Ya, dia sedar tetapi separa sedar. Rasa sayangnya pada jejaka itu mulai melebihi segalanya. Namun, syukur pada Allah, Allah masih sayang padanya. Jejaka itu gagal menawan mahkota dirinya. Saat dirinya berutus cinta, dia masih lagi solat, dia tidak lupa tanggungjawabnya. Namun mungkin solatnya masih tidak sempurna lalu robohlah benteng imannya dipukul ombak nafsu cinta manusia.

Allamdullilah. Allah menurunkan hidayah pada dirinya. Di saat jejaka menyepikan diri seketika, dirinya dilanda rasa berdosa. Mengingati kembali dosa-dosa yang dilakukan, mengalir air mata kekesalan. Disaksikan kegelapan malam, dia bangun untuk bersolat taubat. Menangislah dirinya sepuas-puasnya. Dia memohon petunjuk pada Allah, dia ingin kembali, kembali atas cinta. Demi cinta Allah yang tidak pernah berpaling dari hidupnya dia nekad untuk berubah. Namun hatinya sedikit takut akan janji Allah.

“Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan begitu sebaliknya.”

Apa yang patut dia lakukan kini. Dia mula merasakan dia bukan dari kalangan wanita yang baik-baik. Tidak layak untuk sesiapa. Dia menutup pintu hatinya seketika dari cinta manusia yang bernafsu yang mengeruhkan kolam keimanannya yang pasang surut. Sehingga ditakdirkan Allah untuk dirinya bertemu dengan seseorang yang mencintainya kerana Allah.

“Demi cinta Allah yang ku kejar, kuatkan hatiku untuk bertahan, berikan ku kecerdasan akal untuk sentiasa berfikir tentang kuasaMu, hulurkan pertolonganMu di saat-saat aku hampir tewas, sinarkan nur hidayahMu untuk aku terus di jalanMu. Ya Allah! Aku memohon keampunan kepadaMu.”

 

Advertisements

Hakikat Jihad

Posted on: 25/10/2009

Hakikat Jihad
http://www.iluvislam.com
xjihadx*
Editor: lailatulema


Jihad merupakan puncak kekuatan dan kemuliaan Islam. Orang yang berjihad akan menempati kedudukan yang tinggi di surga, sebagaimana juga memiliki kedudukan yang tinggi di dunia Secara umum, hakikat jihad mempunyai makna yang sangat luas iaitu berjihad melawan hawa nafsu, syaitan, dan orang-orang fasik dari kalangan ahli bid’ah dan maksiat. Sedangkan menurut syara’ jihad adalah mencurahkan seluruh kemampuan untuk memerangi orang kafir. [Lihat Fathul Bari 6/77] Sehingga dapat disimpulkan, jihad itu merangkumi empat bahagian :

A)Jihad melawan hawa nafsu yang meliputi empat masalah iaitu:-

i)berjihad melawan hawa nafsu dalam mencari dan mempelajari kebenaran agama yang haq.
ii)berjihad melawan hawa nafsu dalam mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.
iii)berjihad melawan hawa nafsu dalam mendakwahkan ilmu dan agama yang haq.
iv)berjihad melawan hawa nafsu dengan bersabar dalam mencari ilmu, beramal dan dalam berdakwah.

B)Jihad melawan syaitan yang dapat dilakukan dengan dua cara:-

i)berjihad melawan syaitan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan syaitan yang berupa syubhat dan keraguan yang dapat mencederai keimanan
ii)Berjihad melawan syaitan dengan menolak setiap apa yang dilancarkan syaitan dan keinginan-keinginan hawa nafsu yang merosak.

C)Berjihad melawan orang-orang fasik, pelaku kezaliman, pelaku bid’ah dan pelaku kemungkaran

Jihad ini meliputi tiga tahapan iaitu:-

i)dengan tangan apabila mampu.
ii)Jika tidak mampu, maka dengan lisan
iii)jika tidak mampu juga, maka dengan hati, yang setiap kaum muslimin wajib melakukannya. Yaitu dengan cara membenci mereka, tidak mencintai mereka, tidak duduk bersama mereka, tidak memberikan bantuan terhadap mereka, dan tidak memuji mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tiga perkara ; barangsiapa yang pada dirinya terdapat tiga perkara ini, maka dia akan mendapatkan kelazatan iman ; Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada yang lainnya, ia mencintai seseorang hanya karena Allah dan dia benci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka” [HR Bukhari dan Muslim]

“Barangsiapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan tidak memberi kerana Allah, maka dia bererti telah sempurna imannya” [HR Abu Dawud]

“Barangsiapa membuat perkara yang baru atau mendukung pelaku bid’ah, maka dia terkena laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia” [HR Bukhari dan Muslim]

Berjihad melawan orang fasik dengan lisan merupakan hak orang-orang yang memiliki ilmu dan kalangan para ulama iaitu dengan cara menegakkan hujjah dan membantah hujjah mereka, serta menjelaskan kesesatan mereka, baik dengan tulisan ataupun dengan lisan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan : “Yang membantah ahli bid’ah adalah mujahid” [Lihat Al-Fatawa 4/13]

Syaikhul Islam juga mengatakan : “Apabila seorang mubtadi menyeru kepada aqidah yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah, atau menempuh manhaj yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dan dikhawatirkan akan menyesatkan manusia, maka wajib untuk menjelaskan kesesatannya, sehingga orang-orang terjaga dari kesesatannya dan mereka mengetahui keadaannya” [Lihat Al-Fatawa 28/221]

Oleh karena itu, membantah ahli bid’ah dengan hujjah dan perbalahan, menjelaskan yang haq, serta menjelaskan bahaya aqidah ahli bid’ah merupakan sesuatu yang wajib untuk membersihkan ajaran Allah, agamaNya, manhajNya, syari’atNya.Berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, menolak kejahatan dan kedustaan ahli bid’ah merupakan fardu kifayah kerana seandainya Allah tidak membangkitkan orang yang membantah mereka, tentulah agama itu akan rosak.

Ketahuilah, kerosakan yang ditimbulkan dari perbuatan mereka, lebih berbahaya daripada berkuasanya orang kafir. Ini adalah kerana kerosakan orang kafir dapat diketahui oleh setiap orang, sedangkan kerosakan pelaku bid’ah hanya diketahui oleh orang-orang alim. Adapun berjihad melawan orang fasik dengan tangan, maka ini menjadi hak bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan atau Amirul Mukminin, iaitu dengan cara menegakkan hudud (hukuman) terhadap setiap orang yang melanggar hukum-hukum Allah dan RasulNya. Sebagaimana pernah dilakukan Abu Bakar dengan memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, Ali bin Abi Thalib memerangi orang-orang Khawarij dan orang-orang Syi’ah Rafidhah.

D)Jihad melawan orang-orang munafik dan kafir

Bagaimana dengan berjihad melawan orang-orang munafik dan kafir?Al-Imam Ibnu Qayyim menyatakan, jihad memerangi orang kafir adalah fardhu ‘ain ; dia berjihad dengan hatinya, atau lisannya, atau dengan hartanya, atau dengan tangnnya ; maka setiap muslim berjihad dengan salah satu di antara jenis jihad ini. [Lihat Zadul Ma’ad 3/64]

Akan tetapi, berjihad memerangi orang kafir dengan tangan hukumnya fardhu kifayah, dan tidak menjadi fardhu ‘ain, kecuali jika terpenuhi salah satu dari empat syarat berikut ini :

i)Apabila dia berada di medan pertempuran
ii)Apabila negerinya diserang musuh. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan ; “Apabila musuh telah masuk menyerang sebuah negara Islam, maka tidak diragukan lagi, wajib bagi kaum muslimin untuk mempertahankan negaranya dan setiap negara yang terdekat, kemudian yang dekat, karena negara-negara Islam adalah seperti satu negara” (Al-Ikhtiyarat : 311) Jihad ini dinamakan Jihad Difa’.
iii)Apabila diperintah oleh Imam (Amirul Mukminin) untuk berperang
iv)Apabila dibutuhkan, maka jihad menjadi wajib. [Lihat al-Mughni, Al-Majmu’, Zaadul Mustaqni]

Adapun disyariatkan jihad melawan orang kafir (dengan tangan), melalui tiga tahapan iaitu:-

i)Diizinkan bagi kaum muslimin untuk berperang dengan tanpa diwajibkan. Allah berfirman. “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu” [Al-Hajj : 39]

ii)Perintah untuk memerangi setiap orang kafir yang memerangi kaum muslimin. Allah berfirman. “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” [Al-Baqarah : 190]

iii)Perintah untuk memerangi seluruh kaum musyrikin sehingga agama Allah tegak di muka bumi. “Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya ; dan ketahuiilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa” [At-Taubah : 36]

Tahapan yang ketiga ini tidak dimansuh sehingga menjadi ketetapan wajibnya jihad sampai hari kiamat. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata : “Marhalah (tahapan) yang ketiga ini tidak dimansuh, tetap wajib sesuai dengan kondisi kaum muslimin” [Fadlu Al-Jihad Wal Mujahidin, 2 : 440]

Demikian secara singkat hakikat jihad berserta tahapan-tahapan perintah tersebut. Semua ini harus difahami oleh kaum muslimin, sehingga dalam menetapkan jihad, sesuai dengan keadaan dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Wallahu a’lam

*Karangan Ustadz Abu Qatadah dan disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun IX/1426H/2005M.Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Almat Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183. telp. 0271-5891016

MENGAPA BEGINI YA ALLAH
http://www.iluvislam.com
hishashi
Editor:afdhal87

Fail?? Tidakkkkkk….
“Kenapa aku tak lulus? Nak kata tak belajar aku belajar. Doa pun sudah. Sembahyang hajat pun selalu. Orang lain tak ulangkaji macam aku pun boleh lulus.


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Pernahkah kita begini? Astargfirullah. Pernahkah kita memikirkan hikmah disebalik satu kegagalan itu? Dalam mengharungi rencah hidup yang penuh renyah ini kadang kala kita juga tumpas dan tewas dalam menghadapi halangan. Jika dilihat dari sudut logikalnya, Pelari 110m berpagar pun kadang kala tidak dapat melepasi kesemua halangannya. Tapi pernah kah kita fikir hikmah dan natijah disebalik kegagalan itu?

Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu,
dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. (Al-baqarah:216)

Lepas tengok ayat ini apa kawan-kawan semua rasa? Mungkin kegagalan itu hikmahnya supaya kita lebih tekun berusaha. Mungkin juga supaya kita tidak mudah lupa siapa yang sebenarnya pemilik kejayaan itu. Mungkin juga hendak mengelakkan kita terus takbur dan sombong dengan kehebatan kita [kehebatan?atau kehebatan pinjaman Allah SWT] Mungkin juga kerana DIA mahu kita terus sentiasa ingat kepada-NYA. Manusia, insan yang mudah lupa bila hidup senang lenang.

Mari kita lihat satu analogi :
Ada seekor monyer yang berpeluk pada dahan pokok. Tiba-tiba angin halilintar dan puting beliung melanda kawasan itu. Makin kuat sang monyet mendakap pokok itu. Dan monyet itu berjaya mengelakkan dirinya dari malapetaka itu. Sedang sang monyet berehat, datang pula angin sepoi-sepoi bahasa, meniup kawasan pokok tersebut. Monyet itu semakin selesa dengan angin yang lemah gemalai itu, dakapannya semakin longlai dan akhirnya sang monyet ini tumpas.

Pengajaran:
Jangan jadi monyet. Bukan! Jangan kita lupa bila diuji dengan kesenangan . Ramai yang berjaya bila diuji dengan kepayahan dan kesusahan. Namun tak ramai yang berjaya bila diuji dengan kesenangan.

Ataukah kamu mengira kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan digoncang sehingga Rasul dan orang-orang beriman bersamanya berkata, Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya Pertolongan Allah itu dekat. (Al-Baqarah:214)

Astargfirullah, jangan cepat mengeluh. Rupanya kita baru sikit diuji. Lupakah kita bagaimana saudara-saudara kita seperti Bilal Bin Rabah diuji. Lupakah kita bagaimana Mashitah dan keluarganya diuji. Alangkah manjanya kita, cepat melatah bila diuji. Bayangkan pula bagaimana saudara-saudara kita di Palestin sana.

Maknanya, kalau gagal kena gembira ke? InsyaAllah kita cuba tenangkan fikiran, muhasabah dan fikir hikmahnya. Jika gagal tingkatkan lagi usaha dan doa. Akhir sekali, SELAMAT BERJUANG DI MEDAN PEPERIKSAAN Akhirat dan Dunia, insyaAllah sekuat manapun kita diuji kita harus kuat untuk menghadapinya.

SEMOGA BERJAYA!!

Perangi Hawa Nafsu
http://www.iluvislam.com
Oleh: akmaljun
Editor: NuurZaffan

Setiap orang memilliki keinginan untuk membuat kejahatan atau lebih dikenali sebagai hawa nafsu. Ini merupakan musuh utama anak adam dari syaitan. Dengan ini kekuatan syaitan terletak pada hawa nafsu. Hawa nafsu selalu mengajak manusia kepada kemungkaran dan jika kita menuruti bisikannya, maka pasti akan binasa.

“Kemudian menggantilah selepas mereka pengganti-pengganti yang mensia-siakan solat, dan mengikuti hawa nafsu (syahwat); maka mereka akan menemui kesalahan,” 19:59.

Sebagian orang bijak berkata, “Barang siapa menyirami anggota badannya dengan hawa nafsu, maka ia menanam pohon penyesalan dalam hatinya” [Imam Al-Ghazali, Mukâsyafah al-Qulûb, h. 17]

Terdapat tiga perkara yang menyelamatkan dan tiga perkara yang membinasakan. Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: “Tiga perkara yang menyelamatkan , iaitu takut pada Allah ketika bersendirian dan di khalayak ramai, berlaku adil pada ketika suka dan marah, berjimat cermat ketika susah dan senang, dan tiga perkara yang membinasakan iaitu mengikut hawa nafsu, terlampau bakhil dan kagum seseorang dengan dirinya sendiri.”

Hawa nafsu musuh utama manusia perlu dilawan tetapi melawannya bukan perkara yang mudah. Maka jihad melawan hawa nafsu lebih utama daripada jihad lain.

Dalam menghadapi pertarungan jiwa ini manusia terbahagi kepada tiga golongan: Golongan yang dapat ditewaskan oleh hawa nafsu mereka. Inilah golongan orang kafir dan orang yang menuruti cara mereka, iaitu orang yang melupakan Allah, lantas Allah melupakan mereka. Golongan yang berjihad melawan dirinya iaitu bertarung memerangi hawa nafsunya. Kadangkala mereka menang dan kadangkala mereka kalah. Apabila mereka tersalah mereka bertaubat dan apabila mereka melakukan dosa mereka menyesal dan memohon ampun daripada Allah. Golongan maksum (terpelihara dari dosa) iaitu para nabi dan rasul. Nabi dan rasul adalah mereka yang dikurniakan keistimewaan oleh Allah sesuai dengan tanggungjawab yang dipikul oleh mereka sebagai penyampai risalah Allah kepada seluruh manusia.

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: ”Orang yang berjihad itu ialah mereka yang berjihad menentang nafsunya. ”

Para sahabat nabi ketika pulang dari berperang dengan orang-orang kafir sering berkata, “kami telah kembali dari jihad terkecil menuju ke jihad terbesar!”.

Demikian ini disebabkan melawan hawa nafsu dan syaitan berlaku pada setiap masa, sementara berperang dengan orang kafir jarang sekali. Dengan demikian, upaya melawan hawa nafsu adalah sangat mulia bahkan melebihi jihad berperang. Beratnya melawan hawa nafsu itu sendiri diakui oleh para sahabat nabi.


Bahkan Nabi Sulaiman a.s. pun pernah bersabda : “Sungguh, upaya mengalahkan hawa nafsu lebih berat ketimbang menaklukkan sebuah kota!” [Al-Ghazali, Mukasyah al-Qulub, h.15]


Semoga latihan memerangi nafsu pada bulan Ramadhan diteruskan untuk bulan-bulan seterusnya. InsyaAllah


1. Mayat yang mukanya berpaling dari arah kiblat.
Itulah petanda bahawa semasa   hidupnya telah
melakukan perkara syirik kepada Allah. Kawan-kawan
syirik ini jangan buat main-main, dosa yang paling
besar dalam Islam. Kekal dalam neraka selama-lamanya.
3. Mayat yang kepala menjadi batu yang hitam legam.
Itulah mayat yang semasa hidupnya derhaka kepada kedua
ibu-bapa.

2. Mayat yang mukanya berbentuk ****. Itulah petanda
semasa hidupnya tidak melakukan solat lima waktu,
tidak menjaga solat lima waktu. Lalai dalam solatnya.
Sesungguhnya solat dapat mencegah diri dari melakukan
perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan keji dan mungkar
ini banyak, bukan hanya berduaan ditempat gelap, minum
arak, berjudi sahaja.Tak tutup aurat juga perbuatan
keji.

Baca baki entri ini »

1. CINTA DARIPADA SYAITAN
– Lelaki dan perempuan menyukai antara satu sama lain, dan berpegangan tangan dan melakukan maksiat

2. CINTA DARIPADA JIN
– Lelaki menyihir wanita agr mencintainya tanpa diketahui oleh wanita.

3.JODOH DARIPADA ALLAH S.W.T
– Lelaki mencintai wanita dan meminangnya agar wanita itu halal baginya.

Kategori yang mana cinta anda? Jika ianya cinta selain daripada 3, adalah lebih baik jika anda mengubahnya. Sesunggunya kamu mempunyai akal yang sempurna untuk memikirkannya. Muhasabah diri dan berubahlah ke arah yang lebih baik. InsyaALLAH Allah S.W.T akan permudahkan anda.

SERUAN BUAT SI BELANGKAS
http://www.iluvislam.com
Fatimah Syarha Mohd Noordin
editOr: arisHa27

Menyorot dahsyatnya mitos cinta meracuni pemikiran generasi muda hari ini, pelbagai maksiat menular di sana-sini. Pemuda meratah dara sesuka hati. Gadis hilang harga diri. Anak pungut merata-riti. Ah, sekotor inikah cinta anak muda? Tidak!

Cinta itu tidak kotor bahkan suci sekudus embun pagi. Tangan manusialah yang mengotorinya. Aduhai pemuda-pemudi yang sedang hangat bercinta! Bukankah Allah menyediakan jalan halal buat menyuburkan cinta yang sedang mekar antaramu dengan si dia? Kenapa tidak nikah saja? Boleh khalwat lama-lama.

Baca baki entri ini »


Artikel Disediakan Oleh

ILuvIslam

Blog Stats

  • 234,780 views

Kategori

Top Clicks

  • Tiada

Asal Pengunjung